Belajar Gratis Quran Bersanad di Mesir

10.26 Hendri Julian 2 Comments


ADA hal menarik selama saya menuntut ilmu di Mesir, negeri para nabi. Para pelajar mempelajari Quran secara bersanad. Baik itu orang dewasa, maupun anak-anak. 


Sanad merupakan silsilah atau mata rantai informasi ajaran Islam dari generasi pendahulu kepada generasi sesudahnya. Ataupun mata rantai informasi yang disampaikan Rasulullah kepada sahabat, lalu sahabat menyampaikan kepada tabi’in, dan tabi’in menyampaikan kepada generasi di bawahnya, sehingga sampailah informasi tersebut kepada kita sekarang ini secara akurat.



Dalam istilah kamus, sanad disebut juga sandaran, hubungan, atau rangkaian perkara yang dapat dipercayai. Dengan kata lain, sanad adalah rentetan rawi hadis sampai kepada Nabi Muhammad saw.



Para ulama besar pun sebelum memulai berbagai hal dalam menuntut ilmu, mereka pastilah memulai segala sesuatu dengan Alquran. Sebut saja, misalnya, Muhammad bin Idris asy-Syafi’I al-Muththalibi al-Qurasyi yang lebih dikenal dengan Imam Syafii. Sebelum belajar hadis kepada Imam Malik, beliau lebih dulu menghafal Alquran pada usia sepuluh tahun.



Dalam pembelajaran Alquran ada beberapa tingkatan yang harus dilalui dalam pengambilan sanad. Ada sanad tahsin (memperbaiki bacaan tajwid), tahfiz (hafalan Quran), dan qiraat (model-model bacaan Alquran).



Saya sendiri diizinkan mengambil sanad tahsin sekaligus tahfizAlquran oleh Syaikh Ahmad Ali yang merupakan syaikh lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo. 



Saya juga dijadwalkan khusus untuk menyetor dua rubu’ setiap minggunya, yakni pada hari Selasa siang dan Kamis pagi. 



Dalam proses pembelajaran pun setiap murid dianjurkan menggunakan satu mushaf Alquran yang tidak boleh diganti sampai selesai setoran bacaan dan diberi ijazah nantinya. Soalnya, menggonti-ganti mushaf justru hanya akan membuat proses hafalan menjadi berantakan alias amburadul. Itu disebabkan proses daya tangkap otak manusia yang cenderung lebih mudah mengingat hafalan dengan satu mushaf saja.



Untuk jenis Alquran pun saya lebih memilih jenis maudhu’i, yaitu jenis Alquran yang diberi warna-warni sesuai topik di dalam bahasan Quran. Namun, di samping itu banyak juga pelajar yang memilih mushaf tajwid dan Madinah yang lebih jelas pembagian tulisannya. 



Untuk tempat pengambilan sanad pun saya lebih memilih markaz tahfizh di belakang Masjid Sayyidina Husein, dekat dengan Kampus Al-Azhar yang pertama (tertua). 



Selain dekat dengan tempat kediaman saya, markas ini juga dekat dengan makam Sayyidina Husein, cucu Rasulullah saw.



Sejauh yang saya amati, semua tempat pengajaran Alquran di Mesir tidak dipungut biaya alias gratis. Baik itu di Masjid Al-Azhar ataupun markaz tahfizh lainnya. Hanya komitmen dan kesungguhan saja yang dibutuhkan oleh para pelajar untuk mendalami Alquran. Bahkan, ada beberapa syaikh yang sangat begitu peduli kepada warga asing, sampai-sampai ia sengaja menyediakan bus khusus setiap minggunya. Tujuannya adalah untuk menjemput para pelajar yang ingin mendalami Alquran untuk dibawa ke halaqah beliau nantinya.



Jika ditilik lebih jauh, di Mesir sanad bukan hanya dikhususkan pada pengajaran Alquran saja. Tapi juga dalam berbagai disiplin ilmu agama lainnya seperti sanad ilmu hadis, ilmu kalam, ilmu lughah, dan sanad ilmu fikih.



Hampir semua anak yang hafal Alquran di usia sepuluh tahun memiliki sanad. Boleh dikata, anak-anak hafal Alquran pada usia sepuluh tahun menjadi hal biasa di Mesir ini. Bahkan beberapa hari yang lalu saya berjumpa dengan satu keluarga yang ketiga putra-putrinya sudah hafal Alquran saat mereka berusia di bawah sepuluh tahun. 



Bahkan sekarang mereka sudah mulai menghafal Kutubu Sittah atau kitab-kitab hadis layaknya Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. 



Hal yang paling sering saya ingat ketika sang guru mengakhiri halaqah Quran adalah kata-kata berikut ini: Jika kamu ingin menghafal Matan Alfiyyah Ibn Malik dalam ilmu nahwu ataupun Matan Abi Suja’ dalam ilmu fikih, maka hafallah Alquran, karena Alquran adalah sumber dari segala matan. Dan jika kamu belajar Alquran, belajarlah pada guru yang bersanad, karena sesungguhnya dengan sanad, bacaan Alquranmu akan lebih mudah serupa dengan bacaan Rasulullah saw. 



Sesungguhnya bagi seorang muslim, Alquran merupakan pedoman yang tak sedikit pun dapat dipisahkan dari kehidupan dirinya. Kalam Ilahi yang Allah turunkan dalam bahasa Arab melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw ini berwujud sebagai sumber pengetahuan dan sejarah, sumber segala zikir dan sumber berbagai literatur dalam dunia sastra. Maka, beruntunglah orang-orang yang mempelajarinya dengan totalitas. 

2 komentar:

  1. Assalamu alaikum wr wb
    afwan,ana jumardi dari makassar, ana mau nana seputar talaqqi,
    bagaimana dengan mahasiswa umur 27 tahun yang ingin ke mesir untuk khusus talaqqi,apakah ada jalur untuk kesana atau bagaimana?
    hp/whatsapp: 085395608255
    syukron

    BalasHapus
  2. afwan salah ketik"nanya"

    BalasHapus